Rangkuman Bab 2 : Filsafat Ilmu

Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

  1. Ada 3 hakikat ilmu pengetahuan : ontologis, epistemologis, dan aksiologi.
  2. Ontologi dari kata onto (keberadaan/esensi) dan logos (teori).
  3. Epistemologis dari kata episteme (pengetahuan) dan logos.
  4. Aksilogis dari kata axios (nilai) dan logos.
  5. Ontologis menjawab pertanyaan apa
  6. Epistemologis menjawab pertanyaan bagaimana
  7. Aksiologis menjawab pertanyaan untuk apa
  8. Contoh kasus :Kasus fatwa MUI bahwa bumbu masak ajinomoto adalah haram. Secara ontologis, perlu diketahui apa masalahnya. Secara epistemologis mempelajari bagaimana proses pembuatan bumbu masak ajinomoto. Jika pada penelitian diketahui bahwa zat yang dianggap mengangung babi. Maka, secara aksiologis dapat disimpulkan bahwa bumbu masak ajinomoto adalah haram.
  9. The Liang Gie merangkum pendapat para pakar tentang filsafat ilmu : segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi kehidupan manusia.
  10. Landasan ilmu meliputi : konsep-konsep pangkal, anggapan-anggapan dasar, asas-asas permulaan, struktur-struktur teoritis, dan ukuran-ukuran kebenaran ilmiah.
  11. Ilmu didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas manusia yang rasional, dan kognitif dengan berbagai metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan, atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran, memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan, ataupun melakukan penerapan.

Fungsi Ilmu

Dari definisi tersebut, tersirat ada 3 fungsi ilmu, yaitu sebagai proses (aktivitas penelitian) ➡ ontologis, sebagai prosedur (metode ilmiah) ➡ epistemologis dan sebagai produk (pengetahuan sistematis) ➡ aksiologis.

Metode Ilmiah

  1. Penelitian sebagai suatu rangkaian aktivitas mengandung prosedur tertentu, yaitu serangkaian cara dan langkah tertib yang mewujudkan pola tetap, disebut metode ilmiah.
  2. Metode ilmiah adalah landasan epistemologi ilmu.
  3. Pola metode ilmiah mencakup beberapa macam prosedur, antara lain:
    – Analisis
    – Pemerian
    – Penggolongan
    – Pengukuran
    – Perbandingan
    – Survei
  4. Langkah-langkahnya :
    – Penemuan atau penentuan masalah
    – Perumusan kerangka masalah
    – Pengajuan hipotesis
    – Deduksi dari hipotesis
    – Pembuktian hipotesis
    – Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah
  5. Masalah adalah sesuatu yang merupakan perbedaan antara apa yang seharusnya, apa yang diharapkan, dan apa yang di kehendaki (Das Sollen) dengan apa yang senyatanya ada atau terjadi (Das Sein).
  6. Das sollen = harapan, Das Sein = realita
  7. Dan upaya pemecahan masalah adalah dengan menjabarkan masing-masing das sollen maupun das sein. Kemudian menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.
  8. Jenis metode ilmiah :
  • Observasi atau pengamatan
  • Trial and error
  • Metode eksperimen
  • Metode statistik
  • Metode sampling
  • Metode berpikir reflektif

Sumber : Sapto J. Poerwowidagdo. 2001. Dasar Logika. Surabaya : Hang Tuah Press

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s