Kedua Kalinya

Bukann, Bukan Kali Kedua nya – Raisa yang musik videonya jadi trending selama berhari-hari di Youtube. Juga bukan Kedua Kalinya – Sheryl yang jadi soundtrack Koala Kumal yang bakalan tayang 5 Juli nanti.

Ini bakalan jadi kisahku, yang kedua kalinya untuk datang ke Serawai, Kalimantan Barat. Setelah setahun lalu ikut turney bersama dengan Romo Kurniawan, maka kali ini aku di khususkan untuk meliput keadaan di SMP Bukit Raya — yang juga merupakan sekolah di bawah binaan Yayasan Lazaris mulai 2013 lalu ini. Kedua kalinya ini aku berangkat bersama dengan Romo Tetra (Ketua Yayasan Lazaris) yang memang memiliki kunjungan rutin ke SMP Bukit Raya ini.

Rabu, 1 Juni 2016

Selama 2 hari kedepan, ini akan menjadi kisah perjalanan — benar-benar perjalanan. Pukul 06.00 pagi aku sudah bersiap di sekolah untuk menuju ke bandara. Pesawat berangkat dari Surabaya sekitar pukul 8 lebih dan kemudian tiba di Bandar Udara Internasional Supadio, Kalimantan Barat. Tidak menginjakkan kaki keluar bandara, pukul 12 langsung menuju ke kabupaten Sintang dan tiba di Bandar Udara Susilo. Perjalanan belum berakhir, dan dilanjutkan dengan istirahat sejenak di Seminari Menengah Yohanes Maria Vianne. Setelah makan siang, perjalanan darat berlanjut menuju Kabupaten Nanga Pinoh, dan bermalam di Pastoran CM. Di sini aku bertemu dengan Reza, siswi BR yang kutemui dalam perjalananku ke Serawai tahun lalu. Reza ini yang mengajakku berjalan-jalan berkeliling Serawai. Rupanya, setelah lulus dia memilih untuk melanjutkan studi ke Pinoh.

Kamis, 2 Juni 2016

Bangun pagi dengan udara segar nan dingin, ermm sekitar jam 5 aku bangun dan belum merasakan tanda-tanda kehidupan di luar.. Sampe mendengan suara, aku akhirnya keluar kamar. Yaa pagi hari yang tenang, bisa dibilang begitu. Lalu setelah sarapan, jalan-jalan ke belakang sama Romo Tetra. Ke tempat Romo Bin, trus ke makamnya Romo Valentino. Setelah balik, santai-santai ternyata speed boat-nya bukan jam 12 tapi jam 10. Jadi bakalan lebih cepet sampai di Serawai! Sekitar jam 10 lebih akhirnya sampai di lanting dan mulai perjalanan di Sungai Melawi! Berangkat ini bareng-bareng juga sama Romo Alo yang sedang bertugas di Serawai bareng Romo Thomas. Rasanya naik speed boat di atas sungai Melawi masih sama. Aku juga masih bisa tidur. Hehehe.

Aku gak yakin jam berapa tepatnya kami sampai di Serawai, tapi kurang lebih sekitar jam setengah 3. Setelah sampai di Pastoran kami langsung di sambut oleh Kak Maria dan Kak Tina, guru di SMP BR. Setelah bersantai, aku diajak untuk main ke rumah Kak Maria dan Kak Tina yang ternyata di Pondok Rosalie! Haha. Setahun lalu waktu aku ke Serawai aku juga sempat bermalam di sana bersama dengan Bu Nita. Menjelang malam, kami (aku, Kak Maria dan Kak Tina) kembali ke Pastoran. Setelah makan malam, aku bermalam di Rumah Kak Yuyun (sesuai janji).

Jum’at, 3 Juni 2016

Pagi hari di sini dinginn. Hehe. Setelah  balik dari rumah Kak Yuyun dan ke Pastoran, aku segera bersiap untuk menuju ke SMP Bukit Raya. *alasan kenapa aku datang ke Serawai* Sekitar pukul 07.00 siswa-siswi BR sudah berada di lingkungan sekolah. Karena kali ini sudah selesai menjalani ujian dan seluruh rangkaian pelajaran selama satu tahun ajaran, jadi hari ini mereka mengadakan classmeeting. Mulai dari voli, bulu tangkis, sepak takraw menjadi cabang perlombaan dalam classmeeting ini. Rameee deh pokoknya. Yang beda dari di kota itu ya suasananya, interaksi tanpa gadget. Pingin rasanya balik ke zaman-zaman SD-SMP yang dulu belom kenal smartphone, memang sekarang kita gak bisa lepas dari smartphone kita, tapi mengenang lagi rasanya tanpa gadget juga ngangenin. Hemmm.

Nggak cuma lihat-lihat, aku juga sempat dapat wawancara dengan ketua OSIS-nya loh! Maria Dhiniati. Dhini nama panggilannya. Sudah 2 bulan rupanya Dhini terpilih menjadi ketua OSIS di SMP BR ini mengalahkan 3 kandidat lainnya. Sama halnya, pemilihannya juga demokratis gitu. Jadi ada kampanye-kampanyenya. Eitss, sekolah dalam pedalaman bukan berarti nggak punya kegiatan. Selain kegiatan classmeeting yang udah aku bahas diatas, di hari peringatan Santo Vincentius juga bakalan rame sama acara-acara, berbagai lomba juga bakal diselenggarain gitu.

Yakk, sekitar pukul setengah 10 anak-anak di bariskan di lapangan dan kemudian boleh pulang–yang sebagian besar kembali ke asrama. Karena banyak dari mereka ini bukan berasal dari Serawai, melainkan stasi-stasi lain yang letaknya jauh, jadi mayoritas siswa-siswi BR bakalan tinggal di asrama kecuali mereka yang asli tinggal di Serawai.

Setelah keliling dan tanya sana-sini di SMP BR, aku di ajak keliling sama Christie dan Erna (yang dulu mengisi acara dalam 64 tahun Sinlui) Aku keliling ke semua asrama putri, ada 4 totalnya. Nggak cuma ke aspi (asrama putri), juga mampir ke aspa (asrama putra) lho! Hehe. Setelah balik ke Pondok Rosalie, dan Christie dan Erna balik ke asrama, singkat cerita aku balik lagi ke pastoran karna bosen sendirian. Heheh Setelah duduk-duduk menikmati hujan di sore hari *sok galau* *padahal gak galau* Oke abaikan.

Malamnya, kami misa bersama dengan anak-anak aspa dan aspi. Setelah misa, aku kembali ke Pondok Rosalie sebentar dan kemudian kembali lagi ke Pastoran. Malam ini aku bermalam di Pondok Rosaliee. 😀

Sabtu, 4 Juni 2016

AKU BANGUN SIANG. Hiks. Aku pasang alarm, kalau nggak salah jam 5 gitu. Setelah aku matiin aku tidur lagi, karna Kak Maria dan Kak Tina masih belum bangun. Ehhh, malah keenakan. 😦 Kalo nggak salah jam 7 aku dibangunin sama Kak Maria. Kak Maria uda mau berangkat ke sekolah. Jadi nda sempat foto bareng :(:( Hiks. Habis mandi dan beresin barang-barang aku jalan balik ke Pastoran.

Sebenarnya cerita selanjutnya bakalan balik kepada kisah perjalanan pulang.

Beranjak menuju lanting, kami (aku, Romo Tetra dan Pak Is) akhirnya menempuh perjalanan kembali menuju Nanga Pinoh dengan speed boat. Setelah sampai di Pinoh dan beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju Pontianak dengan bis malam. Sekitar pukul 7 kami berangkat.

Minggu, 5 Juni 2016

Melewatkan hampir sepanjang malam dengan tertidur. Sekitar jam 5 pagi kami sampai di Pontianak dan langsung menuju Bandara. Dan yah, kami kembali ke Surabaya.


Masih menjadi pengalaman yang sungguh mengesankan untuk dapat kembali ke Serawai. Ngerasain lamanya naik speed boat (yang dibunuh dengan tidur). Panasnya matahari khatulistiwa yang tiada duanya. Dan berbagai kesan lainnya yang aku dapat. Yap, setiap tempat selalu memberikan kesan dan pengalaman tersendiri.

Sama halnya dengan yang kurasakan dalam kedatanganku tahun lalu, aku merasakan memiliki keluarga baru. Mengenal banyak orang dan dapat berbagi cerita menjadi sebuah kenangan yang gak bakal aku lupain. Dan setiap kisah yang ku dengar akan menjadi sebuah pelajaran baru buat aku kedepannya.

Ermm, bagiku dalam setiap perjalanan yang kita tempuh haruslah kita meniru anak kecil. Anak kecil selalu tertarik dan merasa excited akan setiap hal baru yang ia temui, seolah ia tidak memiliki rasa lelah untuk berpetualang. Anak kecil juga tidak akan malu untuk bertanya jika ia tidak tahu, dan memiliki cukup rasa takut untuk tidak menaruh diri sendiri dalam bahaya.

Lain halnya dengan orang dewasa, yang kebanyakan telah mengetahui banyak hal dan menjadi tidak tertarik untuk belajar hal yang baru. Orang dewasa cenderung melakukan sesuatu hal hanya sebagai kewajiban, bukan memandangnya sebagai petualangan yang menyenangkan.

| Follow | Like | Comment | Share |

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s