MemoraBALIa : A Night To Remember

Maaf karena seminggu kemarin sejak kepulanganku dari Pulau Dewata aku nggak post apapun. X_X

Erm.. gatau aku harus mulai dari mana.

Terlalu banyak kisah untuk diungkapkan sebanding dengan banyaknya rasa yang bercampur menjadi satu. #cie

Sebenarnya kisah ini dimulai tepat ketika aku menapakkan kakiku di Sinlui (SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya). Akan terlalu panjang tapi, karna rupanya 3 tahun telah berlalu, dan segalanya telah berubah. Dan di sinilah aku berada kini.

Senin, 18 April 2016

Yap, ini merupakan hari keberangkatanku dan seluruh angkatan 2013-2016 menuju Bali untuk melaksanakan rangkaian perpisahan dan prom night. Tidak ada yang spesial hari ini, karena kami hanya menghabiskan waktu di bis dan erm, kebanyakan dari kami tidur. *Termasuk aku*

Selasa, 19 April 2016

Kami tiba di Pelabuhan Gilimanuk ketika matahari mulai mengintip dari belahan bumi yang lain. Setelah makan pagi kami pun melanjutkan perjalanan menuju Hotel untuk bersiap makan *lagi* — di The Mulia Hotel. (Baca : ini traktiran Feli). Dan yahh kembali lagi ke Hotel. Malam hari, kami kelaparan. Setelah malamnya kami nggak makan dan langsung balik ke Hotel. Lalu kami pun memutuskan untuk makan. Pulang terlalu malam, kami sudah dinanti oleh para guru dengan gelisah. *singkat cerita kami lalu tidur*

Rabu, 20 April 2016

Hari ini kami juga mendapatkan kesempatan untuk memiliki waktu bebas per kelas, dan kelas kami telah memutuskan untuk Rafting. Pukul 8 pagi kami berangkat dari hotel dengan 3 kendaraan yang membawa kami menuju lokasi rafting. Sebenernya sih, ada sekitar 7 orang dari kelas kami yang tidak ikut, sehingga jumlah yang mengikuti rafting hanya 28 orang termasuk wali kelas kami, Bapak Tavip. Begitu sampai di tempat, udaranya sejuk dan sejauh mata memandang terbentang warna hijau! Erm, aku sebenernya lupa berapa lama perjalanan menuju tempat ini (karna aku tidur sepanjang perjalanan hihi) tapi sekitar 2-3 jam aku rasa. Setelah semua rombongan sampai, kami pun diberi pengarahan dan kemudian mengenakan pelampung, helm dan membawa dayung. Kami siap!  😀 Aku bareng Tia, Patrick dan Lyn menjadi satu tim dalam perahu yang akan kami naiki selama rafting 2,5 jam ini. Kata Bapaknya jaraknya sejauah 16 kilometer. wow. Kami (Aku, Tia, Lyn dan Patrick) menyebut tim kami Tim Alpha! LOL Karena kami bersama dengan guide kami (Pak Yogi) selalu berada di paling depan meskipun tak jarang kami menunggu tim-tim yang lain.

ki-ka : Patrick, Pak Yogi, Aku, Lyn, Tia

ki-ka : Patrick, Pak Yogi, Aku, Lyn, Tia

Bisa dibilang, ini termasuk 2,5 jam yang SERU. Mulai dari hampir jatuh dari perahu sampe ‘goyang-goyang’ biar perahunya yang nyangkut di batu bisa jalan lagi. Waktu aku hampir jatuh itu sudah separuh badanku di luar perahu, dan separuhnya lagi diselamatkan Tia dengan cara aku ditindihi. XD LOL Gak cuma aku, tia juga jatuh tapi di dalem perahunya. Wkakaka. Setelah 2,5 jam perjalanan yang sejujurnya pingin nambah lagi ini, kami semua pun makan siang di tempat perhentian untuk mandi dan makan. Dan kami pun kembali bertolak menuju Hotel. Sore hari kami berangkat lagi untuk makan malam bersama seluruh angkatan di Jimbaran.

Kamis, 21 April 2016 (Hari H)

Yap, rangkaian acara selama 3 hari kebelakang tak lengkap kalau belum sampai di puncak acara. Setelah pagi hari kami ke Pantai Kuta sore hari kami pun langsung bersiap-siap untuk menuju ke Ayodya Resort, Nusa Dua Bali untuk acara Prom Night. Sesampainya di lokasi kami semua photobooth perkelas dan kemudian sesis foto-foto sendiri. LOL. Dan well, pukul 19.00 WITA acara dimulai. Seperti biasa sambutan dari Ketua Osis, Ketua Panitia memoraBALIa, Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan Lazaris (Romo Rudi) yang akhirnya bisa hadir dalam acara Prom Night ini. Seperti sudah diduga–bakalan ada sesi nangis-nangisan yang diprakarsai oleh Pak Widodo (Wakasek Spiritualitas). Yap, aku juga ikutan nangis. heheh. Baper sih. Hiks. 😦 *sampe lupa pesen Edo suruh dapetin momen orang nangis XD Keseruan malam ini belum usai, di bis yang membawa kami pulang menuju Hotel Ramada Suset Road Kuta — Terjadi penembakan. Biasaaa penembakan dari hati ke hati. #cie Sesi penembakan ini juga diramaikan dengan opankk plus denoz (2 MC yang kebetulan nggak ada yang anterin pulang da akhirnya ngikutan bis kami *kasian) XD Rame abis pokoknya. What a memorable night! 😀

Jumat, 22 April 2016

Nothing special juga hari ini,, selain adanya fakta bahwa kami sekelas (IPS1) gak ada yang bangun untuk menghadiri misa bareng. *ups Aku kaget sih, Tia bangunin dan bilang kita gak ada yang bangunin untuk misa. Tapi nda dimarai juga sih. Hehe. Check out dari hotel, kami bertolak menuju Joger dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bedugul untuk makan siang. Hujan turun begitu kami sampai di sana. Tapi akhirnya kami (Aku, Joce, Debby, Shania, Carissa) masih memutuskan untuk naik Speed Boat di Danau Beratan. Dingin abiss. Haha. Kembali ke bis, aku langsung minum antimo dannn *lupa segalanya* (baca : tidur) tau-tau uda sampe di Pelabuhan untuk naik kapal. *Another adventure starts here* XD

Setelah diperingati bahwa kapal yang kami naiki bukanlah kapal penumpang seperti biasanya, kami diminta untuk lebih berhati-hati terutama para cewek. Setelah masuk ke kapal dan beberapa dari kami menjatuhkan pilihan dengan makan pop mie, kami pun memutuskan naik ke atas. Aku, Tia, Carissa, Kaware, Selin, Debby, Shania, Caroline, dan Stella naik ke atas dan yah sedikit melihat-lihat sampai carissa nemu ruangan yang terlihat bagus dan kemudian mengintip. Ruangan berlabel “Bridge” ini rupanya tempat kendali kapal alias tempatnya nyetir kapal! Ruangan bersih nan ber-AC ini bersih dan tenang. Kami diperbolehkan masuk, dan yah kami keliling dan nanya-nanya. Selidik punya selidik kapal ini memang masih baru! Pantes aja bagus masihan. Kami juga bertemu dengan Bapak Kaptennya! Tapi lupa bertanya nama beliau siapa 😦 Padahal baik banget kami dibolehin masuk dan main (kami juga dipinjami kartu). Hehehe. Kami juga dipinjami teropong buat lihat-lihat (yang berujung kami rebutan lihatnya) dan kami juga boleh mainin lagu! Wkakaka XD Tia mainin lagu dari ipodnya deh. Diam-diam ternyata kaware diajari cara nyetir kapalnya sama Pak Kapten waktu kita yang lain main kartu. Berujung pada fakta — Kaware setir kapal perjalanan pulang kami! Setirnya bukan pake yang di puter-puter itu, tapi cuma pake semacam panel yang bisa di gerakin ke kanan atau kiri gitu. Jadi uda otomatis. Keren.

Setelah kapal berhasil sampai dengan selamat atas hasil setir Kaware, kami pun turun dan melanjutkan perjlanan menuju Surabaya! Rombongan tiba di Surabaya menjelang pukul 5 pagi waktu Surabaya.

Dan aku sadar, setelah ini gak bakal ada bangun pagi ke sekolah. Gak ada tidur pagi belajar atau kerjain tugas, gak ada kerjain tugas-tugas beibun, gak ada lari-lari cari liputan, gak ada waktu bercandaan di kelas, gak ada jam kosong yang dinanti, gak ada deg-degan lihat hasil ulangan mat, gak ada makan dikantin bareng, gak ada makan kiranti di kelas bareng, gak ada kerjain soal mat di papan. Bakalan gak ketemu Bobby tiap hari, bakalan buanyakkk hal yang gak bisa aku dapetin lagi di Sinlui. Terlalu banyak hal untuk disebut.

Mau baca liputanku? >>> memoraBALIa : Tutup 3 Tahun Kenangan Angkatan 2013-2016

Thank you for reading! 😀

| Follow | Like | Comment | Share |

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s