Menulis Daftar Pustaka dengan Benar

Daftar Pustaka = bibliografi adalah daftar yang menyebutkan judul-judul buku/majalah/harian, nama pengarang, penerbit pada akhir suatu karangan atau buku.

Daftar Pustaka disusun secara alfabetis.

Jika nama pengarang tidak ada nama yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan buku, jika itu pun tidak ada yang dialfabetiskan judul bukunya.

Cara Penulisan Sumber Referensi dalam Daftar Pustaka

A. Buku

Urutan : Nama Pengarang. Tahun terbit. Judul buku (dicetak miring). Kota terbit: Penerbit.

  1. Nama Pengarang

    • Penulisan nama pengarang dilakukan dengan mencantumkan nama akhirnya terlebih dahulu, kemudian disusul oleh nama pertama yang dipisahkan dengan tanda koma (,).
      Contoh :
      Keraf, Gorys.
    • Jika pengarang itu dua orang, kedua nama pengarang itu dicantumkan dengan membalikkan nama pengarang pertama.
      Contoh :
      Jika pengarang buku itu Asep Ruhimat dan Andrie Ristiaman, penulisannya seperti berikut : Ruhimat, Asep dan Andrie Ristiaman.
    • Jika pengarangnya tiga orang, misal Asep Ruhimat, Andrie Ristiaman, dan Mahartia Widyajaya.
      Contoh :
      Ditulis : Ruhimat, Asep, Andrie Ristiaman dan Mahartia Widyajaya.
    • Jika nama pengarang lebih dari 3 orang, maka yang dituliskan adalah nama pengarang pertama disertai singkatan dkk.
      Contoh :
      Nama pengarang asli adalah Bambang Trimansyah, dkk. Maka penulisannya : Trimansyah, Bambang dkk.
    • Jika buku itu disusun oleh seorang editor, di belakang nama pengarang dituliskan kata editor di dalam tanda kurung ().
      Contoh :
      Rahayu, Sri (Editor)
    • Gelar kesarjanaan tidak dituliskan dalam daftar pustaka. Akan tetapi, gelar keturunan dapat dipakai.
      Contoh :
      Jika nama pengarang Dra. Netty Rachmat, penulisannya seperti berikut : Rachmat, Netty.
    • Apabila pengarang menggunakan singkatan pada nama setelah nama depan, penulisannya tidak perlu dibalikkan.
      Contoh :
      Indira D. tetap ditulis aslinya. Bukan D, Indira.
      Indira D. Permana ditulis : Permana, Indira D.
      D. Indira Permana ditulis : Permana, D. Indira.
    • Untuk nama pengarang yang sama, pokok pengarang yang kedua diganti dengan garis sepanjang 7-14 ketuk.
      Contoh :
      ______________.
  2. Tahun Terbit

    • Tahun terbit ditulis sesudah nama pengarang, dipisahkan oleh titik dan diakhiri dengan titik pula.
      Contoh :
      Keraf, Gorys. 1989.
    • Jika beberapa buku ditulis oleh seorang pengarang, urutan penyusunannya berdasarkan tahun terbit yang terlebih dahulu.
      Contoh :
      Marlina, Rina. 1991.
      _________. 1993.
    • Jika beberapa buku acuan ditulis oleh seorang, sedangkan tahunnya sama, dibelakang tahun itu harus dibubuhkan huruf a dan b sebagai pembeda. Urutannya diutamakan pada huruf pertama judul buku.
      Contoh :
      Marlina, Rina. 1991a.
      Marlina, Rina. 1991b.
    • Jika buku itu tidak bertahun, di belakang nama pengarang dicantumkan frase Tanpa Tahun.
      Contoh :
      Marlina, Rina. Tanpa Tahun.
  3. Judul Buku

    • Judul buku dituliskan setelah tahun terbit dan dicetak miring atau digarisbawahi, tidak diberi tanda petik.
      Contoh :
      Mulyana, Rangga, dkk. 1996. Mari Bermain Musik.
    • Jika judul itu adalah judul yang belum dipublikasikan seperti skripsi, tesis, disertasi, judul itu tidak dicetak miring atau digarisbawahi, tetapi diberi tanda petik.
      Contoh :
      Ruhimat, Asep. 1991. “Menyiasati Usaha Penerbitan Buku”.
  4. Tempat Terbit

    • Tempat terbit (kota) diletakkan sesudah judul dan diakhiri dengan titik dua.
      Contoh :
      Jassin, H. B. 1998. Angkatan 66 Puisi dan Prosa. Jakarta:
  5. Nama Penerbit

    • Nama penerbit itu dicantumkan sesudah nama tempat terbit.
      Contoh :
      Sirait, Budiman. 1996. Kiat Menjual Mobil. Padang: Intimedia Persada.
    • Jika lembaga yang menerbitkan buku itu langsung dijadikan pengganti nama pengarang (karena nama pengarang tidak ada), nama penerbit itu tidak perlu disebutkan lagi sesudah tempat terbit.
      Contoh :
      Lembaga Bina Persada. 1996. Ensiklopedi Penerbitan Indonesia. Bandung.

B. Majalah dan Surat kabar

Selain buku, majalah dan surat kabar pun dapat dijadikan sumber acuan pustaka.

  • Untuk majalah, urutan unsur-unsur yang digunakan dalam penulisan daftar pustaka adalah : Nama Pengarang. Tahun terbit. “Judul Artikel”. Nama Majalah (Tanggal Bulan terbit, Edisi). Kota terbit.
    Contoh :
    Soemarwoto, Otto. 1995. “Hutan Hujan Tropis”. dalam Gatra (24 Juni, I). Jakarta.
    *Kata ‘dalam’ tidak harus ada
  • Untuk surat kabar, urutan yang dicantumkan pada daftar pustaka adalah : Nama Pengarang. Tahun Terbit. “Judul Artikel”. Judul Harian, Tanggal Bulan Tahun. Kota Terbit.
    Contoh :
    Herdiana. 1996. “Masalah Kependudukan Tahun 2000”. Pikiran Rakyat, 4 Juli 1996. Bandung.

C. Antologi

Urutan penulisan unsur-unsur dalam daftar pustaka yang berasal dari antologi adalah : Nama pengarang. Tahun terbit. “Judul Tulisan”. Dalam Nama editor (Editor). Judul Antologi. Tempat Terbit: Nama penerbit.

Contoh :
Riyanto, Karim. 1985. “Interior Mutakhir dan Prospeknya”. Dalam Singarimbun (Editor). Teknologi dan Lanskap. Medan: Putra Deli.

Tambahan :

Apabila dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku tidak cukup dalam 1 baris yang sama, maka pada baris kedua diberikan spasi tunggal dan diberi jarak 5 ketuk (5 huruf).

Daftar Pustaka

| Follow | Comment | Share |

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s