Sosiologi : Ujian Sekolah

1.Objek Kajian

Objek kajian dalam ilmu sosiologi ialah masyarakat, hubungan antar manusia dan proses yang terjadi didalam hubungan tersebut. Masyarakat memiliki beberapa ciri : Hidup bersama dalam waktu yang relatif lama sebagai suatu kesatuan dan membentuk suatu sistem kehidupan bersama.

2.  Fungsi Sosiologi

  • Untuk pembangunan. Dalam suatu proses pembangunan diperlukan data-data yang didapat dari sosiologi.
  • Untuk penelitian. Dengan adanya penelitian akan didapatkan penyelsaian masalah sosial yang baik.

3. Penerapan norma Kesopanan

Norma diperlukan dalam mengatur hubungan antar anggota masyarakat. Norma menjadi paduan, tatanan dan pengendali tingkah laku masyarakat. Terdapat 5 norma yang berlaku di masyarakat: Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, Norma Kebiasaan dan Norma Hukum. 

Penerapan Norma kesopanan didapatkan dari tingkah laku di dalam masyarakat. Baik dalam hal tingkah laku seperti : cara berpakaian, cara bersikap didalam pergaulan.

4. Unsur keteraturan

Tertib Sosial – Order – Keajekan – Pola – Keteraturan Sosial

  • Tertib Sosial : Kondisi masyarakat yang tenang, damai dan bertindak sesuai dengan hak dan kewajibannya.
  • Order :Nilai dan norma kemudian berkembang dan diakui didalam masyarakat.
  • Keajekan : Nilai dan norma yang diakui kemudian dilaksanakan sehingga menjadi kebiasaan (terulang terus-menerus)
  • Pola : Keajekan yang ada di suatu masyarakat kemudian dijadikan ‘pola’ atau contoh bagi masyarakat lainnya.

5. Tujuan Sosialisasi

Sosialisasi merupakan sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan atau norma dari satu generasi ke generasi selanjutnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi memiliki tujuan untuk :

  • Membekali seseorang untuk memiliki keterampilan khusus
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
  • Mengendalikan fungsi-fungsi prganik melalui latihan mawas diri yang tepat
  • Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat

6. Tahap Sosialisasi

  • Prepatory Stage : Pada tahap ini manusia di lahirkan dan anak-anak mulai menirukan apa yang dilakukan oleh orang tua mereka. Jadi, sosialisasi pada tahap ini berlangsung dalam lingkungan keluarga
  • Play Stage : Pada tahap ini mulai timbul kesadaran diri mengenai siapa dirinya, siapa nama ayah, ibu dan kakaknya. Timbul kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang mulai terbentuk. Sebagian orang dianggap penting bagi anak yang sedang dalam masa ini, dan orang-orang yang dirasa amat berarti ini sebut sebagai significant other.
  • Game Stage : Pada tahap ini penirua yang dilakukan mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Bersamaan dengan itu anak menyadari bahwa ada norma-norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
  • Generalized other : Pada tahap ini seseorang dianggap dewasa. Dia sudah dapat menampatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas.

7. Peran internet membentuk kepribadian

Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dari suatu masyarakat, oleh karena itu kedudukan media massa dalam masyarakat sangatlah penting. Dengan adanya media massa, masyarakat yang tadinya dapat dikatakan tidak beradab dapat menjadi masyarakat yang beradab. Hal itu disebabkan, oleh karena media massa mempunyai jaringan yang luas dan bersifat massal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya orang-perorang tapi sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca, sehingga pengaruh media massa akan sangat terlihat di permukaan masyarakat.

Peran media massa televisi dalam pembangunan karakter bangsa, haruslah berlandas pada perspektif budaya Indonesia yang meletakkan landasannya dalam kerangka negara kesatuan, dengan keaneragaman budaya yang memiliki nilai-nilai luhur, kebijaksanaan dan pengetahuan lokal yang arif dan bijaksana (local wisdom and lokal knowledge). Media televisi di Indonesia harus mampu menggali dan menjadikannya sebagai norma acuan atau tolak ukur di dalam melakukan penyiarannya.

8. Ciri interaksi sosial

Interaksi sosial terjadi apabila memenuhi 2 syarat :

  • Kontak Sosial : Terdapat kontak sosial Primer dan Sekunder serta Kontak sosial bersifat Positi dan Negatif. Kontak Sosial Primer adalah apabila interaksi bertem secara langsung, sedangkan Kontak Sosial Sekunder terjadi ketika interaksi berlangsung melalui perantara. Contoh Kontak sosia sekunder : percakapan melalui telepon. Kontak sosial positif mengarah pada kerjasama dan negatif mengarah pada perselisihan atau konflik.
  • Komunikasi : Adanya kegiatan seperti pembicaraan, gerakan fisik atau sikap, maupun perasaan yang disampaikan. 5 unsur pokok dalam komunikasi : komunikator, komunikan, pesan, medua dan efek. 

9. Bantuk interaksi Asosiatif

  • Kerjasama : Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama
  • Akomodasi : Mengacu pada proses atau usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan agar timbul keseimbangan
  • Asimilasi : Perpaduan budaya hingga menjadi budaya baru
  • Akulturasi : Perpaduan budaya namun tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

10. Penyimpangan sosial

Terdapat 3 sebab terjadinya penyimpangan sosial

  • Proses sosialisasi tidak sempurna : Nilai-nilai dan norma yang disampaikan oleh agen sosialisasi sejak awal tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat
  • Sub kebudayaan menyimpang : Nilai, perilaku, pikiran yang jauh berbeda dengan kebiasaan atau budaya umum sehingga keberadaannya tidak wajar. Contoh : budaya punk
  • Meniru perilaku yang salah : Seorang mengambil peran yang salah dalam generalized other atau meniru perilaku yang salah. Contoh : seorang pemimpin yang dijadikan contoh memberikan perilaku yang tida seharusnya atau diluar kebiasaan masyarakat.

11. Bentuk penyimpangan

  • Kejahatan tanpa korban : tidak menyebabkan penderitaan bagi orang lain . Contoh : berjudi.
  • Kejahatan terorganisir : komplotan untuk mendapatkan uang atau kekuasaan. Contoh : korupsi.
  • Kejahatan kerah putih : kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau yang berstatu tinggi dalam pekerjaannya.
  • Kejahatan korporat : jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Contoh : manipulasi pembayaran pajak oleh perusahaan.

12. Bentuk pengendalian sosial

  • Pendidikan : Melalui tata tertib di sekolah.
  • Gossip atau desas-desus : Berupa peringatan lisan yang digunakan masyarakat untuk mengendalikan pelanggaran kecil.
  • Teguran : Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang.
  • Hukuman : Pemberian hukuman bertujuan agar perilaku menyimpang jera dan aparat mampu mewujudkan keteraturan sosial.

13. Sifat Pengendalian Sosial

  • Preventif : Pengendalian yang dilakukan sebelum penyimpangan terjadi.
  • Represif : Pengendalian sosial yang ditujukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum terjadi pelanggaran.

14. Agen Pengndalian Sosial

  • Pengendalian sosial melalui institusi : Pengendalian sosial melalui lembaga-lembaga sosial yang ada di dalam masyarakat. Misal : lembaga pendidikan, hukum, agama, politik, ekonomi dan keluarga. Contoh : pelaku kejahatan dimasukkan ke dalam penjara oleh polisi.
  • Pengendalian sosial noninstitusi : Pengendalian sosial diluar institusi sosial yang ada. Misal : pengendalian yang dilakukan oleh individu atau kelompok masyarakat yang tidak saing mengenal. Pengendalian jenis ini sering menggunakan kekerasan dan sifatnya tidak resmi. Contoh : sekelompok massa menganiaya tersangka pencopetan.

15. Parameter stuktur sosial

  • Parameter Biologis
  1. Diferensiasi Ras (Racial Differentiation)
  2. Diferensiasi Jenis Kelamin
  3. Diferensiasi Umur
  • Parameter Sosiokultural
  1. Diferensiasi Agama
  2. Diferensiasi Profesi
  3. Diferensiasi Klan
  4. Diferensiasi Suku Bangsa

16. Dasar Stratifikasi Sosial

  • Power : dapat dilihat dari kriteria ekonomi, maupun kekuasaan politik.
  • Prestige : Didasarkan pada kehormatan, jasa sosial, gelar pendidikan, gelar kebangsawanan dan gelar tokoh masyarakat lainnya.
  • Previledge : Kriteria sosial yang didapatkan dengan memiliki hak istimewa. seperti keturunan darah biru.

17. Interseksi Antar Kelompok

Artinya anggota kelompok sosial tertentu termasuk juga anggota kelompok yang lain yang memungkinkan anggota masyarakat memiliki keragaman sifat berdasarkan ras, suku bangsa dan agama.

Saluran interseksi

  1. Ekonomi
  2. Sosial
  3. Politik

18. Penyebab Konflik

Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik :

  • Perbedaan Individu
  • Perbedaan kebudayaan
  • Perbedaan Kepentingan
  • Perbedaan Sosial

19. Resolusi Konflik

  • Koalisi : Bentuk pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi untuk mengambil keputusan yang adil.
  • Mediasi : Pengendalian konflik dengan merujuk kepada pihak ketiga sebagai mediator.
  • Arbitrase : Bentuk pengendalian konflik dengan menerima pihak ketiga sebagai pengambil keputusan untuk menyelsaikan konflik.

20. Kesulitan Mobilitas Sosial

Faktor penghambat mobilitas sosial :

  • Perbedaan ras dan agama : Perbedaan ras dan agama menimbulkan perbedaan status sosial. Contoh : Sistem kasta di India tidak memperbolehkan orang yang berasal dari kasta renda naik ke kasta yang paling tinggi.
  • Diskriminasi kelas : Contohnya seperti, pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan.
  • Kelas-kelas Sosial : Kelas-kelas tempat individu berkembang dan mengalami proses sosialisasi menjadi penghambat mobilitas ke atas. Contohnya, anak-anak dari kelas ekonomi rendah cenderung hidup dalam lingkungan, nilai, dan pola pikir yang umumnya ada dalam masyarakat kelas rendah.
  • Kemiskinan : Dapat membatasi seseorang untuk berkembang dan mencapai status sosial tertentu.
  • Perbedaan jenis kelamin

21. Saluran Mobilitas Sosial

  • Angkatan bersenjata : Angkatan bersenjata merupakan salah satu saluran mobilitas sosial karena berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga mendapat penghargaan dan naik ke status yang lebih tinggi.
  • Lembaga Pendidikan : Melalui pendidikan seseorang bisa merubah statusnya dari status di strata bawah ke status strata atas.
  • Organisasi Politik : Seorang anggota partai politik yang profesional dan mempunyai dedikasi yang tinggi, bisa mendapatkan status sosial dalam partainya bahkan bisa menjadi anggota dewan legislatif maupun eksekutif.
  • Lembaga Keagamaan : para pemuka agama atau orang yang ilmu agamanya lebih tinggi biasanya memiliki tingkatan status yang lebih tinggi.
  • Organisasi Ekonomi : organisasi ekonomi memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal karena dalam organisasi ini posisi sosial bersifat relatif terbuka.
  • Organisasi Profesi : Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) merupakan salah satu contoh organisasi profesi yang dapat dijadikan saluran mobiltas vertikal.
  • Perkawinan : melalui pernikahan seseorang bisa menaikkan statusnya.
  • Organisasi Keolahragaan

22. Bentuk Mobilitas Sosial

  • Mobilitas Sosial Horizontal : Peralihan individu atau objek sosial lainnya dari suatu kedudukan ke kedudukan lainnya yang sederajat.
  • Mobilitas Sosial Vertikal : Peralihan individu atau objek sosial lainnya dari suatu kedudukan tertentu ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat.
  • Mobilitas antargenerasi : Perubahan taraf hidup antara generasi yang satu terhadap generasi lainnya. Ditandai dengan perkembangan taraf hidup.
  • Mobilitas Intragenerasi : Peralihan status sosial dalam generasi yang sama. Contoh : Mantan pejuang kemerdekaan yang beralih profesi menjadi seorang pengusaha.
  • Mobilitas geografis : Perpindahan individu atau kelompok dari satu tempat ke tempat lain, misalnya transmigrasi, urbanisasi dan migrasi.

23. Ciri Kelompok Formal

Kelompok formal adalah kelompok yang memiliki struktur dan organisasi yang jelas yang disebut dengan birokrasi. Ciri-ciri kelompok formal adalah:

  • Memiliki tujuan yang hendak dicapai
  • Memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas dan wewenang
  • Memiliki peraturan tertulis, disiplin dan loyalitas
  • Aktivitasnya terus menerus
  • Melakukan pengerahan tenaga

Contoh dari kelompok formal adalah birokrasi pemerintah, partai politik dan lembaga pendidikan formal.

24. Konfigurasi Masyarakat Majemuk

Menurut konfigurasi dari komunitas etnisnya, masyarakat majemuk dapat dibedakan menjadi empat katagori sebagai berikut.

  1. Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang, yaitu masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok etnis yang memiliki kekuatan kompetitif seimbang.
  2. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, yaitu masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas atau kelompok etnis yang kekuatan kompetitip tidak seimbang.
  3. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan, yaitu masyarakat yang antara komunitas atau kelompok etnisnya terdapat kelompok minoritas, tetapi mempunyai kekuatan kompetitip di atas yang lain, sehingga mendominasi politik dan ekonomi.

25. Penyebab kemajemukan

Faktor yang mempengaruhi terbentuknya masyarakat multikultural.

  • Keadaan geografis indonesia
  • Pengaruh kebudayaan asing : Dari interaksi dengan penduduk asing, maka terjadi subras, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda di Indonesia.
  • Iklim yang berbeda : Kondisi alam yang berbeda mempengaruhi kebiasaan dan pola perilaku masyarakat yang tinggal di daerah tertentu, sehingga muncul perbedaan antar tiap daerah.
  • Pembangunan Kemajemukan ekonomi dan industrialisasi yang terjadi di masyarakat menghasilkan kelas-kelas sosial.

26. Hubungan kekuasaan dan senioritas

Pihak-pihak yang merasa memiliki kekuasaan yang tinggi didalam lingkungannya akan memiliki kecenderungan untuk menganggap diri mereka sebagai senior dan kemudian menimbulkan kecenderungan bullying.

27. Perilaku masyarakat multikultur

  • Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
  • Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
  • Sering mengalami konflik.
  • Integrasi sosial atas paksaan.
  • Dominasi (penguasaan) suatu kelompok atas kelompok lain.

28. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

  • Perubahan lambat (evolusi) : Memerlukan waktu yang lama
  • Perubahan cepat (revolusi) : Menyangkut dasar-dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat
  • Perubahan Kecil : Pengaruh yang terjadi tidak langsung atau tidak berarti bagi masyarakat.
  • Perubahan Besar : Berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembaga sosial, seperti sistem kerja, sistem kepemilikam tanah, hubungan kekeluargaan dan stratifikasi masyarakat.
  • Perubahan yang dikehendaki (intendeed change) atau direncanakan (planned change) : Terlebih dahulu dirumuskan oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan (agent of change)
  • Perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) atau tidak dikehendaki (unintendeed change) : Perubahan yang terjadi di luar jangkauan masyarakat. Perubahan jenis ini dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak dikehendaki oleh masyarakat.
  • Perubahan struktural : Perubahan yang sangat mendasar.
  • Perubahan proses : Perubahan yang sifatnya tidak mendasar, hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya.

29. Evolusi linier

Bahwa masyarakat secara bertahap berkembang dari primitif, tradisional, dan bersahaja menuju masyarakat modern.

30. Dampak Positif perubahan sosial

  • Modernisasi : Proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern.
  • Globalisasi : Sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan anatarbanga dan anatar manusia di seluruh dunia.

31. Dampak negatif perubahan sosial

  • Pergolakan : Ketidakpuasan kelompok-kelompok tertentu
  • Demonstrasi anarkis
  • Kriminalitas
  • Kenalakan remaja : Karena pada masa remaja, masih labil, belum memiliki pegangan dan dalam proses mencari jati diri

32. Faktor pendorong perubahan sosial

  • Faktor Internal
    – Perubahan jumlah penduduk
    – Penemuan-penemuan baru
    – Pertentangan masyarakat
    -Pemberontakan dan revolusi
  • Faktor Eksternal
    – Lingkungan fisik
    – Peperangan
    – Pengaruh kebudayaan lain

33. Fungsi Keluarga

  • Mengatur penyaluran dorongan seksual : Sebagai lembaga pokok, merupakan wahana bagi masyarakat untuk mengatur dan mengorganisasikan pemuas keinginan seksual.
  • Reproduksi : Meneruskan keturunan
  • Afeksi dan berbagi cinta kasih : Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kasih sayang
  • Sosialisasi : Agar mampu berperan secara utuh dalam masyarakat
  • Fungsi Keagamaan : Untuk mengkondisikan seluruh kelurganya menjadi insan-insan yang penuh iman.
  • Penentu Status : Ketika memasuki dunia keluarga, seseorang akan menerima status.
  • Perlindungan bagi anggota keluarga
  • Pengawasan Sosial : Mengawasi dan mengevaluasi perilaku satu sama lain
  • Fungsi Pembinaan Lingkungan : Memberi kesempatan kepapda sleuruh anggota keluarga untuk dapat hidup selaras, serasi, dan seimbang dalam menghadapi perubahan lingkungan sehingga tidak dikucilkan dalam masyarakat.
  • Melaksanakan fungsi ekonomi : Memberi kesempatan kepada anggota keluarga untuk mandiri dalam bidang ekonomi
  • Fungsi Sosial Budaya : Keluarga memberikan kekayaan budaya bangsa dan motivasi luhur untuk memelihara nilai-nilai budaya dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan sosial.

34. Masalah dalam keluarga

  • Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
  • Perceraian

35. Fungsi Lembaga Agama

  • Fungsi Edukatif : Agama mengajarkan kepada manusia untuk mengembangkan hubungan baik dengan Tuhan, juga sesama manusia dan lingkungan.
  • Fungsi Penyelamatan : Jaminan keselamatan setelah kehidupan di dunia
  • Fungsi Pengawasan Sosial : Agamma bertanggung jawab dalam norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat
  • Fungsi Profetis/Kritis : Bentuk pengawasan sosial agamam terhadap masyarakat dalam dimensi t ajam dapat dinamakan fungsi profetis (kenabian) atau fungsi kritis
  • Fungsi memupuk persaudaran
  • Fungsi Transformatif : Agama berfungsi mengubah bentuk kehidupan masyarakat yang lama menjadi bentuk kehidupan yang baru.

36. Fungsi Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan

  • Mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan
  • Alat transmisi kebudayaan: Menurut Vambrianto (1990) trasnmisi kebudayaan memiliki fungsi :
    – Transmisi pengetahuan dan keterampilan
    – Transmisi sikap, nilai dan norma
  • Sekolah mengajarkan peranan sosial : Pendidikan diharapkan mampu membentuk individu yang mampu untuk bergaul dengan siapa saja sekalipun berbeda suku bangsa, agama, ras, pendirian, kepentingan dan sebagainya.
  • Sekolah menyediakan tenaga pembangunan : Pendidikan sebagi sarana untuk menyiapkan tenaga produktif guna mendukung berlangsungnya proses pembangunan bangsa
  • Sekolah membuka kesempatan memperbaiki nasib : Sekolah memungkinkan seluruh lapisan masyarakt untuk menikmati pendidikan berkualitas.
  • Sekolah menciptakan integrasi sosial : Dalam masyarakat multikultural perlu adanya jaminan kesatuan (integrasi) didalam masyarakat.
  • Sekolah melakukan pengendalian Sosial : Memastikan peserta didik mematuhi norma dan nilai yang berlaku.

37. Fungsi Lembaga Ekonomi

  • Produksi barang dan jasa dalam masyarakat : untuk memuhi kebutuhan masyarakat
  • Penyalurasn barang dan jasa dalam masyarakat : kegiatan ini dilakukan oleh distributor
  • Pemanfaatan nilai kegunaan barang dan jasa dalam masyarakat
  • Melaksanakan aktivitas pembiayaan : Fungsi ini dilakukan oleh perbankan dan lemabga keuangan lainnya.
  • Memungkinkan peningkatan taraf hidup serta Kesejahteraan : banyaknya aktivitas ekonomi memungkinkan masyarakat untuk memperolah penghidupan yang layak
  • Mengatur berbagai aktivitas ekonomi dan persaingan dalam masyarakat : Dewasa ini pemerintah juga turut melakukan pengaturan terhadap kegiatan ekonomi, tapi terbatas untuk memastikan bahwa harga barang dan jasa vital di masyarakat diberikan dengan harga terjangkau.

38. Fungsi Lembaga Politik

  • Memelihara Ketertiban di dalam (internal order) : Artinya lembaga politik memelihara ketertiban dalam amsyarakat dengan kewenangan yang dimilikinya baik secara persuasif maupun menggunakan kekerasan fisik (apabila diperlukan).
  • Memelihara keamanan dari luar (external security) : Artinya lembagai politik melalui alat-alat yang dimilikinya berusaha mempertahankan negara dan warga masyarakat dari kemungkinan serangan pihak luar, baik melalui TNI dan Kementrian Luar Negeri
  • Melaksanakan Kesejahteraan Umum (general walfare) : Lembaga politik merencanakan dan melaksanakan pelayanan-pelayanan sosial, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok anggota masyarakat.

39. Jenis Penelitian

  1. Berdasarkan Manfaat Penelitian
    – Penelitian Murni : bertujuan semata untuk meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan
    – Penelitian terapan : bertujuan untuk menyelsaikan masalah tertentu secara spesifik
  2. Berdasarkan Tujuan Penelitian
    – Penelitian eksporatif : Untuk menggali suatu gejala yang masih baru
    – Penelitian deskriptif : Memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena
    – Penelitian eksplanatif : Menemukan penjelasan mengenai mengapa suatu gejala atau fenomena terjadi. Hasil penelitian ini umumnya berupa gambaran sebab-akibat.
  3. Berdasarkan dimensi waktu
    Cross sectional studies : Membatasi studi tentang masyarakat pada satu objek dan waktu tertentu saja
    Longitudinal studies : berusaha mengungkap akibat dari suatu peristiwa  yang berlangsung relatif lama
    Expost facto studies : berupaya menelaah faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab dari realitas ataupun fenomena sosial aktual. Contoh : penyebab maraknya kasus perdagangan anak dan perempuan
  4. Berdasarkan jenis dan kualitas data
    – Penelitian dengan pendekatan kuantitatif : penelitian yang bersifat mengumpulkan data yang dapat diukur. Seperti besarnya penghasilan, frekuensi perukali, dsb. Dapat berupa deskripsi statistik atau studi korelasi.
    – Penelitian dengan pendekatan kualitatif : penelitian yang mengutamakan segi kualitas data. Mengumpulkan data, informasi, keterangan secara terperinci mengenai objek yang akan diteliti. Berfungsi bukan untuk menguji teori melainkan menemukan teori.

40. Pendekatan Kuantitatif

  • Survei : tipe pendekatan dalam penelitian yang ditujukan pada sejumlah besar individu atau kelompok. Dalam survei dikumpulkan responden dengan menggunakan kuisioner. Cara-cara :
    – Survei tertulis
    – Survei wawancara langsung
    – Survei tekepon
    – Survei wawancara kelompok
  • Penelitian deskriptif : Mendiskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Jenis penelitian ini tidak mempersoalkan  jalinan hubungan antar variabel. Karenanya tidak menggunakan pengujian hipotesis.
  • Penelitian eksplanatif : Menemukan kenapa suatu fenomena atau gejala terjadi. Tujuannya ialah :
    – Menghiubungkan pola-pola yang berbeda namun memiliki keterkaitan
    – Menghasilkan pola hubungan sebab akibat

41. Pendekatan Kualitatif

  • Studi Kasus : Penelitian terinci tentang seseorang atau suatu uni selama kurun waktu tertentu. Suatu studi yang bersifat komprehensif, intensif, rinci dan mendalam serta lebih diarahkan sebagai upaya menelaah masalah-masalah atau fenomena yang bersifat kontemporer (kekinian). Berupaya menjawab pertanyaan how, dan why.
  • Penelitian eksploratif : Mengidentifikasi atau menggali gejala yang masih baru
  • Penelitian deskriptif : Memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. hasil akhir penelitian ini berupa deskripsi tekstual, tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas.

42. Perumusan masalah

Perumusan masslah asosiatif terbagi ke dalam :

  • Hubungan simteris, yang menunjukkan adanya hunungan dua variabel atau lebih yang bersifat sama. Contohnya :
    Apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan kesadaran terhadap Program Wajib Belajar 9 Tahun?
  • Hubungan kausal, yang menunjukan adanya hubungan dua variabel atau lebih yang bersifat sebab akibat.
    Contohnya :
    Bagaimanakah pengaruh disorganisasi dalam keluarga terhadap maraknya tawauran pelajar?

43. Kelebihan Metode Wawancara

  • Flexibility. Pewancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada waktu itu. Bila dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperonleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan. Bahkan jika sebuah pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada waktu itu, dia dapat menundanya.
  • Response rate. Maknanya, wawancara cenderung ditanggapi secara lebih baik dibandingkan dengan kuesioner yang diposkan. Responden yang tidak mampu menulis atau membaca tetap dapat menjawab pertanyaan, demikian pula mereka yang malas menulis. Banyak responden yang lebih menyukai mengeluarkan pandangannya secara lisan daripada tulisan.
  • Nonverbal behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, Misalnya rasa suka, rasa tidak suka, atau perilaku lainnya pada waktu pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
  • Control over environment. Pewawancara dapat mengatur lingkungan di mana wawancara dilakukan, misalnya di ruangan tersendiri, atau tanpa kehadiran orang lain. Hal ini mencegah terjadinya jawaban yang diintervensi pihak lain.
  • Question order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara lebih baik. Hal ini juga dapat menjamin pertanyaan dapat terjawab semuanya, kecuali memang respondennya tidak bersedia menjawabnya.
  • Spontaneity. Pewawancara dapat merekam jawaban-jawaban yang spontan. Dalam hal tertentu jawaban spontan dapat lebih jujur dan informative, kurang normative.
  • Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah kita tetapkan.
  • Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.
  • Time of interview. Pewawancara dapat menyusun jadwal wawancara yang relatif pasti. Kapan, di mana, sehingga data yang diperoleh tidak keluar dari rancangan penelitian.
  • Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisikan pertanyaan yang gampang dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.

44. Pengambilan Sampel

Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat mewakili sebanyak mungkin karakteristik populasi. Dalam bahasa pengukuran, artinya sampel harus valid, yaitu bisa mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Kalau yang ingin diukur adalah masyarakat Sunda sedangkan yang dijadikan sampel adalah hanya orang Banten saja, maka sampel tersebut tidak valid, karena tidak mengukur sesuatu yang seharusnya diukur (orang Sunda). Sampel yang valid ditentukan oleh dua pertimbangan.

Agar diperoleh sampel yang representatif peneliti perlu menggunakan prosedur pemilihan sampel yang sistematis. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1)Mengidentifikasi populasi target

2)Memilih kerangka pemilihan sampel

3)Menentukan metode pemilihan sampel

4)Merencanakan prosedur penentuan unit sampel

5)Menentukan ukuran sampel

6)Menentukan unit sampel

45. Kesimpulan Tabel

Tabulasi : memasukkan  data pada tabel-tabel tertentu. Ada 2 jenis tabel yang digunakan dalam penelitian sosial :

  • Tabel data ; yang digunakan untuk mendeskripsikan data sehingga memudahkan peneliti dalam memahami struktur dari sebuah data.
  • Tabel kerja ; digunakan untuk menganalisis data yayng tertuang dalam tabel data.

46. Syarat Penelitian

  • Terencana
  • Sistematis : dilaksanakan berdasarkan pola tertentu

47. Kegunaan tinjauan pustaka

Dalam tinjauan pustaka, seorang peneliti mengungkapkan beberapa hasil temuan penelitian sebelumnya, yang memiliki kaitan erat dengan penelitian yang akan dilakukan.

Setidaknya ada lima kegunaan tinjauan pustaka dalam sebuah penelitian. Satu persatu kegunaan tinjauan pustaka tersebut dibahas berikut ini.

Mengkaji akar permasalahan. Pengkajian terhadap akar permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan. Gambaran kronologis atas penelitian sebelumnya akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut.

Membantu pemilihan prosedur penelitian. Ketika peneliti merancang prosedur penelitian (biasanya di BAB III), prosedur dari penelitian sebelumnya akan sangat membantu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.

Mendalami landasan teori. Sebuah penelitian haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan pada penelitian terkait sebelumnya, diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.

Mengkaji kelebihan dan kekurangan. Pembuktian keaslian sebuah penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi.

Menghindari plagiasi dan duplikasi. Sangat jelas maksudnya. Meski sulit terjadi karena peluang adanya perbedaan sangat luas, namun laporan penelitian tidak semua berada dalam jangkauan kita. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.

48. Kegunaan pendahuluan

  • Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti
  • Tahu dimana/kepada siapa informasi dapat diperoleh
  • Tahu bagaimana cara memperoleh data atau informasi
  • Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisis data
  • Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.

49. Jenis-jenis angket

Angket Tertutup
Angket ini tertutup terdiri atas pertanyaan atau pernyatan dengan sejumlah jawaban tetentu sebagai pilihan. Responden mengecek jawaban yang paling sesuai dengan pendiriannya. Misalnya : Setujukah anda penggunaan kekerasan dalam pengajaran ? (ya atau tidak).
Kelemahan angket tertutup :
1. Responden tidak berkesempatan memberi jawaban yang tidak tercantum dalam angket itu, sehingga ia terpaksa mengecek atau memilih jawaban yang tidak sepenuhnya sesuai dengan pendapatnya.
2. Ada kemungkinan responden asal-asal saja dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Kecerobohan dalam menjawab antara lain disebabkan keengganan untuk mengeluarkan waktu yang banyak untuk.
Keuntungan angket tertutup :
1. Hasilnya mudah diolah, di beri kode dan diskor, bahkan dapat diolah dengan komputer.
2. Responden tidak perlu menulis dan mengekpresikan buah pikirannya dalam bentuk tulisan.
3. Mengisi angket relatif tidak banyak memerlukan waktu dibandingkan dengan angket terbuka.

Angket Terbuka
Angket terbuka memberikan kesempatan penuh kepada responden untuk menjawabnya.

Misalnya : Hukuman apa yang paling sering anda berian ? ………….
Kelemahan angket terbuka :
1. Kesulitan dalam mengelolanya karena jawaban sukar diberi ode atau diklasifikasikan
2. Memerlukan waktu yang banyak untuk mengisinya.
3. Nilai jawaban mungkin berbeda karena perbedaan dalam kemampuan yang dimiliki.
Kelebihan angket terbuka
1. Berguna dalam mengenal sampel
2. Item yang terbuka memberikan kesempatan untuk memberikan jawaban secara bebas dengan kemungkinan terungkapnya hal-hal yang sebelumnya belum diketahui peneliti.

50. Variabel terikat

1. Variabel Independent dan Dependent

Variabel bebas atau independent kadang-kadang disebut variabel prediktor, treatment, stimulus, penyebab, input dan lain-lain adalah variabel yang dimanipulasi untuk mengamati efeknya terhadap variabel tergantung.

Variabel tergantung atau terikat atau dependent disebut variabel akibat atau output adalah variabel yang diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas.

2. Variabel Intervening

Variabel intervensi adalah variabel mediasi mengacu pada proses abstrak yang tidak secara langsung diamati tetapi memiliki link di antara variabel independent dan dependent. Ini variabel hipotetik.

Variabel ini dianggap sebagai variabel yang dapat menjelaskan keterkaitan variabel bebas dan terikat tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan, mungkin karena tidak diperhitungkan, tidak dapat diindentifikasi atau tidak dapat diukur.

Pada titik ini variabel intervening adalah konsep abstrak yaitu argumen hipotetik yang diusulkan seorang peneliti setelah penelitian selesai dilakukan berupa saran untuk agenda penelitian mendatang.

3. Variabel Moderating

Variabel moderating adalah varaibel mediasi yang sudah diidentifikasi, diukur dan dipertanggungjawabkan mempengaruhi keterkaitan variabel independent dan dependent.

Kedudukan variabel moderating adalah memoderasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Dengan demikian variabel moderating memberi efek memperlemah pengaruh.

4. Variabel Control

Variabel kontrol adalah variabel yang menyebabkan hubungan variabel bebas dan tergantung tetap konstan. Variabel ini mengeliminasi dampak yang diakibatkan dari adanya variabel-variabel moderating.

5. Variabel Asing (Extraneous)

Variabel extraneous atau variabel asing adalah faktor-faktor dalam lingkungan penelitian yang mungkin memiliki efek terhadap variabel dependent, tetapi tidak diketahui keberadaanya.

Variabel asing sangat berbahaya karena dapat merusak validitas sebuah penelitian. Jika memang tidak dapat dikendalikan, variabel asing harus setidaknya dipertimbangkan ketika menafsirkan hasil.

51. Norma Sosial berdasarkan daya pengikatnya

  • Cara (usage) : Norma yang daya pengikatnya paling lemah karena hanya berupa sanksi atau cemooh
  • Kebiasaan (Folkways) : Aturan dengaan kekuatan lebih kuat daripada usage.
  • Tata kelakuan (mores) : Aturan yang sudah diterima masyarakat secara sadar atau tidak sadar dijadikan alat pengawas atau kontrol terhadap anggota-anggota masyarakat. Contoh : larangan berzinah atau mencuri
  • Adat Istiadat (custom) : Norma yang pada umumnya tidak tertulis namun memiliki sanksi, baik langsung maupun tidak langsung. Sanksinya berupa penolakan dari masyarakat.

52. Persyaratan sebagai kelompok sosial

  • Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Ada kesamaan faktor yang dimiliki anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bartambah erat. Faktor-faktor kesamaan tersebut, antara lain
    • Persamaan nasib
    • Persamaan kepentingan
    • Persamaan tujuan
    • Persamaan ideologi politik
    • Persamaan musuh
  • Kelompok sosial ini berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
  • Kelompok sosial ini bersistem dan berproses.

53. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan

  • Faktor Internal
    – Perubahan jumlah penduduk
    – Penemuan-penemuan baru
    – Pertentangan masyarakat
    -Pemberontakan dan revolusi
  • Faktor Eksternal
    – Lingkungan fisik
    – Peperangan
    – Pengaruh kebudayaan lain

54. Hakikat, ciri-ciri, atau fungsi lembaga sosial dalam masyarakat

Hakikat

Dalam lembaga sosial, terdapat 3 unsur penting yaitu : yang berkaitang dengan kebutuhan pokok manusia dalam bermasyarakat; seperangkat aturan dan perilaku yang relatif tetap, tersusun, dan teratur; serta merupakan cara bertindak yang mengikat.

Ciri-ciri

  • Organisasi poal pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri atas adat istiadat, atta kelakuan, dan kebiasanan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam suatu unityang fungsional.
  • Mempunyai suatu tingkat kekelan tertentu
  • Mempunyai suatu atau beberapa tujuan tertentu
  • Mempunyai alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan
  • Memiliki lembaga tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya
  • Mempunyai suatu tradisi tertulis ataupun lisan yang merupakan dasar dari pranata yang bersangkutatn dalam menjalankan fungsinya.

Fungsi

  • Fungsi Manifest : fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang.
  • Fungsi Laten : Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama. Dengan kata lain, fungsi laten adalah fungsi yang ada tetapi tidak tampak dan tidak diharapkan masyarakat.

55.Jenis dan pendekatan dalam penelitian sosial

Jenis Penelitian

  1. Berdasarkan tujuan :
    Penelitian dasar
    – Penelitian terapan
  2. Berdasarkan metode
    Penelitian historik
    – Penelitian survei
    – Penelitian eksperimen
    – Penelitian observasi
  3. Berdasarkan taraf pemberian informasi
    Penelitian deskriptif
    – Penelitian eksplanasi
    – Penelitian eksplorasi
  4. Berdasarkan data yang terkumpul
    Penelitian kualitatif
    – Penelitian kuantitatif
  5. Berdasarkan tempat pelaksanaan
     Penelitian laboratorium
    – Penelitian lapangan
    – Penelitian perpustakaan

Pendekatan dalam penelitian

  • Pendekatan kuantitatif : Pendekatan ini menggunakan pendekatan positivis. Menggunakan indikator dan ukuran angka.
  • Pendekatan kualitatif : Pendekatan ini melihat bahwa ilmu pengetahuan bukan di luar sana (alam) melainkan ada pada the best knower (yang paling mengetahui). Menggunakan teknik penelitian kualitatif yaitu wawancara mendalam. Pendekatan kualitatif mengutamakan kualitas data.

Sekian yang bisa aku share. Semoga membantu! 😀

 

| Follow | Comment | Share|

Sumber dan referensi : Password : Rahasia Cerdas Membedah Kisi-Kisi UN Sosiologi,
Sosiologi Kelas XII : Bailmu,
 https://ayobelajarsosiologi.wordpress.com/2011/12/02/saluran-mobilitas-sosial/,
http://sugiarniwongjowo.blogspot.co.id/2013/03/klasifikasi-kelompok-sosial.html,  https://ilmiinfo.wordpress.com/sosiologi-kemajemukan-dalam-masyarakat/http://www.materisma.com/2014/03/pengertian-dan-teori-perubahan-sosial.htmlhttp://www.masterjurnal.com/kelebihan-dan-kekurangan-metode-wawancara-dalam-penelitian/,  http://harmajijebuleaji.blogspot.co.id/2014/12/populasi-sampel-dan-teknik-pengambilan.htmlhttp://www.mushlihin.com/2013/11/penelitian/tinjauan-pustaka-dalam-penelitian.phphttp://dhekkabersama.blogspot.co.id/2015/02/penelitian-studi-pendahuluan.htmlhttp://tikaqeren.blogspot.co.id/2010/04/teknik-pengumpulan-data-di-lapangan.htmlhttp://tu.laporanpenelitian.com/2015/02/46.html, https://infosos.wordpress.com/kelas-xi-ips/kelompok-sosial/

 

Advertisements

2 comments

  1. Ga kebanyakan ga kekurangan info pas sesuai kisi 😁😁👍👍 memudahkan belajar biar cepet paham
    Semoga kluarnya persis kyk yang km rangkum ver…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s