Tahai : Tragedi Hari Ketiga!!

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Mengingat masih memiliki janji untuk menuliskan kisah perjalananku ke Kalimantan April lalu, sebenernya udah sejak…. erm, berhari-hari lalu aku punya banyak kesempatan untuk menuliskannya. Tapi yah gitu, banyak gak niatnya, banyak salah fokusnya dan banyak errr… malesnya. *peace* Hari ini pun kuputuskan untuk segera membuatnya 😀
Oke, kembali ke topik.

Inilah kisah hari ketiga-ku turney..

Sabtu, 4 April 2015

Hari ketiga dimana aku masih tinggal dirumah bapak kepala stasi di Begori. Tidur malam harinya cukup nyenyak, mengingat bakar-kalori yang aku, Winda dan Ryo lakukan kemarin hari XD. Pagi hari kami semua mulai sarapan,sambil berbincang bincang. Yap, inilah kronologis terjadi salah satu tragedinya :

Romo : “Gimana tadi malam, tidurnya nyenyak?”

Aku, WInda, Ryo : “Nyenyak romoo,..”

*dan beberapa obrlan lain yang aku uda lupa*

Aku : “Saking nyenyaknya, kemarin sampe lupa lepas kacamata mo, baru sadar pas tadi pagi bangun. hehehe”

Romo : “Wah, untung yah kacamatanya gak pecah.”

Aku : “Enggak kok roo, ini plastik. Dan ini frame nya anti pe…”

*sambil memeragakan nekuk-nekuk tangkai kacamataku, dan kemudian.. putus.*

Aku : “…cah.”

*Sontak semua diawal kaget dilanjutkan dengan luapan tertawaan dari Ryo dan Winda*

FYI : Aku memang bellinya kacamata yang tahan banting, dan aku memperagain apa yang aku lihat saat pertama akli aku beli kacamata itu. Rupanya, gak boleh sesumbar memang.

Malu? Pasti. Tapi aku juga ngetawain diriku sendiri. HAHAHAHAH XD

Tapi ya sudah, adegan selanjutnya kita lanjutin makan pagi dan Romo minta tolong siapa tahu bisa di lem, tapi hasilnya nihil. Hehehe. Ya sudah, jadi pelajaran deh.

Perjalanan kami berlanjut ke stasi selanjutnya : Tahai. Untuk dapat sampai ke stasi ini kami harus menaiki Speed Boat lagi sekitar 30 menit dan singgah ke Stasi Tontang untuk ganti dengan perahu yang lebih kecil ( Karena kami akan melalui anak sungai yang lebih dangkal, sehingga gak bisa pake Speed Boat yang mesinnya 40 pk, jadi pake yang 15 pk biar gak terbentur dasar sungainya)

Nah, waktu berangkat dari begori kami di bagi dua Speed, waktu itu aku sama Ryo di satu Speed yang sama.  Diawalnya sih semua baik-baik saja sampai Speed kami tiba-tiba berhenti, selidik punya selidik baling-balingnya tersangkut sampah. Setelah diambil akhirnya Speed pun berjalan lagi. Masih belum berakhir, Speed kami masih tidak dapat melaju dengan baik. dan akhirnya kami berhenti *lagi* dan kembali terombang-ambingkan arus Sungai Melawi,, kami berhenti di salah satu lanting (Semacam tempat melabuhkan kapal dan tempat turun) terdekat dibantu oleh perahu nelayan yang kebetulan lewat  agar dapat mengaitkan Speed. Sampai-sampai bapaknya bilang : ” Kalo kita gak ditolongin tadi, kita udah sampai balik ke Begori lagi.” Hahaha. Kasus kali ini bukan masalah sampah yang nyangkut lagi, tapi ternyata bensinya habis. Aku dan Ryo akhrinya singgah dan naik ke atas lanting karna nunggu di Speed lebih lama, kita bakal jadi ikan asin XD. Akhirnya bapaknya telpon dan beli bensin-lalu diantarlah bensin dan Speed kami diisi *yeay* Cukup lama menunggu, rupanya belum cukup tragedi jalan-berhenti-jalan ini.

Setelah berhasil melaju lagi dan untuk ketiga kalinya, Speed kami benar-benar mogok! Sepertinya mesinnya hangus karna kehabisan bensin tadi. Well, kami kembali pada posisi dimana : Menikmati arus Sungai Melawi. Akhirnya bapaknya telpon lagi temennya yang tadi antar bensin dan akhirnya kami naik Speed baru itu dan melaju ke Tontang!

Selama menunggu mogoknya Speed aku sempat khawatir kalo Romo Kur nyariin, tapi aku ga tau nomernya Romo, jadi aku titip pesan lewat Romo Dodik. *Untungnya ada sinyal* Huehehehe Bahkan saking bosennya aku sempet telpon mama trus curhat, Hahaha XD

Romo, Winda dan Bu Nita sudah menunggu di Tontang dengan beberapa bahan makanan yang bertambah 😀 Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke Tahai. Kami kembali menyusuri Sungai Melawi hingga akhirnnya kami masuk ke salah satu anak sungai, yaitu Sungai Demung. Sebelum keberangkatan kami, Romo Yoyok sempat bilang kalo perjalanan melalui Sungai Demung ini indah banget didukung dengan riam-riam kecil (Air terjun kecil). Sesungguhnya kami akan benar-benar menikmatinya kalo aja panas mataharinya gak se-menyegat itu. Mencoba tidur untuk membunuh waktu, juga gagal karna menengadahkan kepala ke atas sama aja dengan membakar wajah XD. Awalnya sih sesi foto-foto mulu plus ngobrol trus berganti jadi sesi diem-diem’an nyoba tidur dan merambat menjadi sesi ‘Kapan sampenya mo?’ Hahaha. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam lamanya dan sebelum kami sampai di Tahai kami singgah sebentar ke Stasi Lomai ( Stasi yang akan kami kunjungi pada hari Paskah besok). KAMI SAMPAI DI TAHAI. Sungguh, ini stasi yang bagus dan rapi. Selain itu luas dan bersih deh pokoknya. 😀

Setelah sampai, kami ke rumah yang kami tinggali dan kemudian kami berkunjung ke Gereja di sana, dan kemudian ngajar Sekolah Minggu.

Pemandangan di depan gereja! yang kelihatan itu bukit Limau namanya :P

Pemandangan di depan gereja!dan bukit yang kelihatan itu bukit Limau namanya 😛

Gereja Tahai ini seluruhnya terbuat dari Kayu!

Gereja di Tahai ini seluruhnya terbuat dari Kayu!

Ini dia tampak dalam gerejanya!

Ini dia tampak dalam gerejanya!

Karena materi yang kami bawa untuk BIAK cukup banyak dan stasi yang akan kami kunjungi keesokan harinya jumlahnya anak-anaknya diperkirakan lebih sedikit makanya akhirnya di bagikan pula di sini. Setelah cukup lama menyanyi dan bermain (baca:bakar kalori) kami pun akhirnya sampai ke puncak acara *ciyeilah puncak acara* hahaha. Menyambut paskah keesokan harinya kami pun membagikan kartu paskah yang akan diwarnai oleh anak-anak dan kemudian diberikan kepada orang yang mereka sayangi. 🙂

Ini waktu mereka mewarnai kartu paskah

Ini waktu mereka mewarnai kartu paskah

Karena udah menjelang jam misa, akhirnya kami pun di minta menyudahi acara dan pulang untuk bersiap meski pada belum selesai mewarnanya 😦 yah sudah deh. hihihi

Setelah bersiap-siap secara cepat, karna harus bergantian kamar mandi seperti biasa Romo Kur selalu selesai pertama Wkwkw 😀 Jadinya kami satu persatu nyusul kalo udah selesai. Hehehe

Misa pun dimulaii dengan seperti biasanya Romo akan mengajarkan lagu-lagu yang akan dinyanyikan saat misa, dan juga menerangkan makna perayaan Sabtu Suci ini. Aku secara pribadi sedikit tersentak ketika tahu bahwa ini adalah perayaan Sabtu Suci pertama bagi umat di Stasi ini. Maka , itu mereka menyambutnya dengan antusias! (Bahkan ada beberapa pasang suami-istri yang pake baju kembaran loh! hehehe)

Selama misa, ada tragedi lainnya yang terjadi rupanya! Semua penerangan dimatikan dan yang tersisa ialah api serta kemudian lilin paskah yang dibawa sama si Ryo, dann buanyak banget serangga yang mengerubungi si cahaya karna satu-satunya. Aku pun merasakan si serangga-serangga ini, tapi aku tahu kalau lebih parah yang dirasakan oleh si Ryo sama Romo. SUNGGUH BANYAK. Akhirnya berakhir sudah sesi beradu nasib dengan serangga pencari cahaya ini ketika lampu kembali dinyalakan. *fiuh*

Menjadi sebuah pengalaman berharga dan gak terlupakan : Sabtu Suci pertama di Stasi Tahai, Pontianak, Kalimantan Barat. ^^ Perayaan Ekaristi pun berakhir, rupanya malam masih panjang bagi umat di Stasi Tahai ini. Usai misa, kami diundang untuk bersantap malam di salah satu rumah umat, kami makan malam sambil bercengkrama dan bercerita. Sudah sejak lama sejak terakhir kali Romo Kur menginjakkan kaki di Stasi Tahai ini ternyata, makanya umat menyambut dengan senang kedatangan kami ke sini 😀

Setelah dirasa sudah malam *akhirnya* kami pun pulang ke rumah yang kami tempati, dan yah benar sekali : kami makan lagi. Sudah menjadi adat kan kalau gak bisa nolak makanan/ apapun yang sudah disuguhkan, dan karna sudah hafal betul  maka kami pun selalu mengantisipasi dengan makan sedikit di tiap rumah. Heheheh XD Sudah lelah, tapi rupanya umat masih ingin melepas rindu bersama Romo sambil berbincang-bincang, aku dan yang lainnya menahan kantuk sembari menikmati suguhan *lagi* Wkwkwk XD Dan inilah kehangatan suasana yang menutup hari Sabtu-ku ini. 😀

Sebuah kenangan manis lainnya yang patut untuk dikenang dengan senyuman.:)

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s