T U R N E Y d i m u l a i ! !

4/10.

Bisa dikatakan, kalau turney sebenarnya yang aku jalanin itu cuma 4 hari dari 10 hari kepergianku. Tapi, percayalah, itu 4 hari paling berkesan yang gak bakal aku lupa. Mungkin memori akan kejadian akan terkikis seiring berjalannya waktu, tapi pelajaran dan kesan yang aku dapet gak bakal hilang.

Timku terdiri dari :

1. Romo Kurniawan, Romo yang tengah mengajar di Seminai di Blitar ini sabarrrrr banget. Romo Kur suka becanda juga, ehehe baik banget deh, rapi juga, dan pembawaannya tenang. ^^

Processed with VSCOcam

Romo Kurni

2. Aku sendiri, Veronica Maureen. Pelajar IPS kelas 2 yang suka nulis, rame (?), agak gak bisa diem dan erm,, agak jayus(?)

3. Winda bernama lengkap Veronica Erwinda. Cewek kecil yang gokil banget ini selalu sukses bikin rame suasana. Mandinya lamaaaaaaaaa bangettttttttt. Dia anak IPA sinlui 2 yang merupakan satu-satunya dari antara kita ber-6. Kalo deket-deket Winda bawaannya pasti ketawa deh! XD XD

Ini Windaa

Ini Windaa

4. Ryo. Stefanus Ryo. Anak SMK Jurusan TKJJ yang rupanya meninggalkan kerjanya demi asistensi paskah ini. Orang paling JAYUS diantara kami semua! XD Dan merupakan tambatan hati Tata *ecieee*

Cowo, depan itu Ryo!

Cowo, depan itu Ryo!

5. Bu Nita. Guru Matematika asal SMK yang sekarang ngajar di SMP BR.

Bu Nitaa

Bu Nitaa

Yap, kami berlima akan bersama selama 4 hari kedepan!

Kamis, 2 April 2015

Kamis Putih. Aku masih terbangun di Serawai, tepatnya di Pondok Rosalie (Tempat tinggalnyaย  Bu Nita). Aku bersiap diri untuk berangkat, menurut jadwal sih aku bakalan berangkat pukul 12 siang, tapi akhirnya aku makan siang dulu di rumah mama Andre dan baru berangkat sekitar pukul 1 siang. Stasi pertama yang aku tuju ialah Mentibar. Untuk dapat sampai di stasi pertama ini, kami naik Speed Boat lagi sekitar 20 menit dan kemudian samapi di rumah Ketua Stasi (pak Sukirman).
Dan Dimulailah petualangan kami ! LOL

Jam Setengah tiga, aku, Winda dan Ryo bergegas menuju ke Gereja. Sepeti tugas awal yang memang sudah disampaikan ke kami, bahwa kami harus ngajar sekolah minggu. Well, ini kali pertama kami bakal melakukannya. *woooo* Jujur diawal aku sempet grogi danย  takut, anak-anaknya banyak. Dan yang terpenting, ini kali pertamaku. Diawal kami diperkenalkan dulu sama Romo ke anak-anak, baru kemudian Winda yang mulai duluan. Sesuai pesan Romo, akhirnya kami yang ikutin nyanyian mereka, and not-so-bad. Emang sih, di awalnya mereka malu-malu juga. Tapi, kelamaan mereka jadi rame dan semangat juga kok. Hehehe. Sekitar satu jam lebih kita nyanyi-nyanyi (Baca:Bakar kalori XD ) di dalem Gereja yang termasuk panas. Tapi SERU. Kita pulang bersimbah keringat dan senyuman ๐Ÿ™‚

Processed with VSCOcam

Di depan Gereja di Mentibar

Pukul setengah tujuh, misa dimulai. Ternyata memang beda, disini karena umat jarang merayakan perayaan ekaristi, sebelum misa Romo jelasin dulu soal upacara pembasuhan kaki. Dengan sabar Romo minta dan nungguin petugas-petugas buat jadi misdinar atau rasul. Di Gereja yang sederhana ini aku sadar, kalo apa yang selama ini aku rasain itu sungguh hal yang patut aku syukuri. Aku lihat umat di sini meski dalam kesederhanaan, mereka sangat senang mendapat kunjungan dari Romo, mereka bersiap diri sebaik mungkin dan bahkan membeli lampu baru untuk Gereja.

Khotbah kali ini tentang ‘Kasih Nyata’. Sehubungan dengan peristiwa pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus pada perjamuan kudus, itu merupakan bentuk kasih yang dilakukan oleh Yesus secara nyata. Kasih bukan hanya sekedar ucapan, namun harus dibuktikan dengan sebuah tindakan. Disini aku sadar kalo ya sebagai anak Tuhan, aku gak boleh lalali untuk nge jalanin kasih dalam segala tindakanku. Aku juga jadi sadar, kalo yah inilah yang lagi romo-romo lakuin. Mereka bermisi untuk masuk ke pedalaman-pedalaman untuk menyampaikan kasih Tuhan Yesus dalam bentuk tindakan nyata. Mereka semua berkorban untuk lelah, maupun sakit demi menyalurkan kasih itu. Ada yang berbeda di misa ini kalo aku bandingin dengan di Kota. Anak-anak kecil nyanyinya bahkan lebih keras dari yang dewasa, jika mereka tahu lagunya suasana misa akan terasa lebih hidup ๐Ÿ˜€
Malam ini kami bermalam di Rumah Pak Sukirman (Pak Ketua Stasi). Dan inilah akhir dari hari pertama.

Tunggu kisah kami di Jumat Agung! Stasi kedua menanti! XD

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s