Where She Went

Agak terlalu lama sejak terakhir kali aku baca buku dan merasakan sensasi baca buku itu. Terkadang aku benci masa dimana aku sudah lupa perasaan puas setiap sebuah buku habis terbaca. Dan akhirnya malem ini aku kembali ngerasain gimana rasanya. Malem ini, baru selesai 1 buku : Where She Went — Lanjutannya If I Stay. Berasa seneng banget, nge buang stress dan semua pikiran-pikiran sampah lainnya. Jika mengingat sekarang aku bahkan gak inget novel apa yang terakhir aku baca sebelum ini. Kayaknya uda lamaaa banget sejak aku habisin waktu, baca buku. Akhir-akhir ini aku gampang marah ato bete dan panik. Yah, aku sadar banget aku jadi berubah. Seolah terlalu banyak hal yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Dan sampe aku melupakan waktu-waktu bahagiaku yang seharusnya kuhabiskan dengan minimal sebuah buku.

Berasa kangen gitu, sudah lama gak ngerasain sensasi ketika buku yang kamu baca sudah habis : antara sedih karna uda habis tapi juga seneng karna uda tau ending ceritanya. Setelah baca buku itu, seolah sebagian diriku yang kayak uda menguap beberapa waktu ini akhirnya balik. Aku tau ini terdengar aneh, tapi ya sudahlah. Itu yang kurasain.

Mungkin kayak musik yang jadi terapi manjur buat Mia di Where She Went, baca buku juga jadi terapi khusus buat membangun mood dan emosiku. Ehmm, sejenis itulah pokoknya. Minggu-minggu stres dengan tugas dan urusan lain-lain yang bikin bete dan gampang marah-marah suda berlalu. Dan sekarang, seolah mengingatkan diriku sendiri akan terapi buatku–soal baca buku. Ini bukan soal hobi, tapi soal kebutuhan saja. Seketika moodku langsung gemerlap kayak petasan-petasan di awal tahun XD. *alay*

Sedikit bahas soal bukunya, aku sih gak baca buku pertamanya. Tapi aku nonton filmnya, ada satu bagian sih yang cukup sedih dan bikin nangis. Tapi ya gak semua. Dibuku kedua nya ini nyeritain soal Adam dan Mia yang uda dalam kehidupannya masing-masing — Mia sebagai pemain cello handal dan Adam sebagai Bintang Rock terkenal. Seolah bukan hanya kebetulan, Mia yang ternyata uda lama putus komunikasi sama Adam dipertemukan. Adam memutuskan untuk menonton pertunjukan Mia pada sehari sebelum keberangkatannya ke London untuk tur. Keputusan mendadak ini membawa mereka pada perjalanan singkat – sekaligus panjang.

Hehehe.. dibaca aja deh bukunya. XD

Okee, bye. Thank you!

nb: Sori uda beberapa minggu gak nulis,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s