Ketika Listrik dan Jaringan Internet Muncul

Aku menulis ini pada:
KAMIS 29 JANUARI.
JAM 20.15.
KEADAANKU MENGENASKAN. — Yah bukan mengenaskan yang kayak gimana gitu. Tapi yah menyebalkan.
Hari ini, sepulang sekolah udah disambut dengan fakta bahwa : LISTRIK KOSKU MATI LAGI. Suda sejak kemarin lusa sih, katanya–trafo listriknya rusak. Yang cuma di gangku aja.__. Bikin bete banget. Waktu lusa itu matinya mulai jam 11 siang sampe jam 3 sore. Trus nyala dan lanjut lagi jam 7 malem sampe jam 11 malem, tapi waktu malemnya itu jam 9 uda aku tinggal tidur. HUH.
Bete banget sih. Sejak siang aku uda coba cari kerjaan di luar kamar biar gak kepanasan. Lalu akhirnya aku ketiduran juga (masih salam kondisi lampu mati itu) aku sempat bangun sekitar pukul 5 kurasa, lalu karna aku sadar kalau lampu masih mati–jadi pilihaku adalah kembali tidur. Pukul 18.55 aku bangun lagi, langit uda gelap dan pintu kamarku masih terbuka–nyamuk mulai berdatangan. Aku bangun–tutup pintu–semprot kamar. Lalu aku mulai kelaparan, yah aku belum makan dari tadi siang. Soalnya sejak siang uda mati nih lampu, siapa yang nggak males coba?
Beruntung aku masih ada laptop,yang berarti : batere HP ku terselamatkan. Tapi, sialnya. Baru aja tadi siang kuota internet habis. Setidaknya masiih ada lagu, masih bisa chat di BBM. Mendinglah, dari pada uda lampu mati–hape ikutan mati. Tamat sudah. Untungnya besok ngga ada tugas apa-apa sih. UNTUNGNYA. Oke, keadaanku sekarang adalah : lumayan kepanasan (nggak panas banget sih), no internet , duduk didepan meja dengan satu lilin menemani disamping dan mengetik ini di laptop. Aku gak mau ambil resiko dengan main game atau apa. Aku gak mati laptopnya ikutan mati juga. Tamatlah sudah kalau begitu.
Hal lainnya, karna aku tidur dari tadi siang sampe malem harinya. Aku gak tau kalo hujannya turun deres banget. Tadi waktu aku bangun, aku menemui fakta bahwa : sepatu sekolahku basah. Oke, aku akui itu emang salahku, aku gak prepare kalo uda tau dr siang  mendung-mendung. Sudah, lengkaplah sudah kesedihanku. Perut lapar, lampu mati, internet habis, sepatu sekolah basah, gelap-gelapan–di kamar kos–sendirian–ansos banget yah.__.
Karna aku gak mungkin post ini ASAP setelah aku nulis ini(yah kan kalian tau kan kalo aku have no internet connection) :(:( maka itu aku nulis ini di note pad. Lalu nanti, ketika kalian uda melihat tulisan ini di blogku–itu berarti aku mendapat berkat yang kita panggil saja: internet. Yes.
Tapi, tapi. Di balik segala ke–betean,ke–laparan,ke–menyebalkannya fakta ini. Aku harus survive. Yah, dengan duduknya aku menuliskan ini itu intinya aku masih punya kegiatan dimana aku nggak cuma meratapi nasib karna cahaya yang tak kunjung datang ini. Kemarin lusa, aku bener-bener bete sampe-sampe aku gak belajar untuk ulangan besok harinya. Tapi, sebagai murid tangguh (eaa) , aku harus bisa hadapi ini. Masa mati lampu aja bete? Gimana anak-anak yang ada di desa-desa tanpa lampu itu? Masa kalah mental. Yah–pemikiran ini yang bikin aku tetep berusaha tenang.
PUKUL 21.04
Ibunda tercinta–mama baru saja datang. Menjenguk anaknya yang terlantar dalam kegelapan ini dan juga kelaparan. HAHA. XD Oke. STAY COOL aja. Lanjut nulis lagi. Sekarang aku bingung harus ngapain. Jujur, aku bosen banget sekarang. Oke, aku punya kegiatan sekarang.
Oh,ya! Kalo mati lampu gini jadi inget masa-masa diklat pertama!
Tunggu Throwback 2014-ku tentang Diklat!

nb: PUKUL 23.54 : listrik datang dan aku masih punya kuota malam sih.__.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s