Sahabat untuk selamanya

Aku tidak memilih.
Aku bahkan tak ingat bagaimana kita berkenalan,
Bagaimana kita dapat tertawa bersama,
Bagaimana hubungan aneh kita dapat terjalin.

Aneh?
Lumayan.
Tapi sekarang sudah tak seaneh ‘waktu itu’ XD
Mungkin karena persahabatan kita ada ketika kepolosan masih melekat?
Persahabatn kita terbentuk tanpa paksaan, namun apakah sebuah kebetulan?
Aku rasa tidak.
Aku merasa kita memang takdir.
Bukan jodoh tentunya. haha

 

Separuh lebih dari hidupku, aku kenal kamu.
Mungkin waktu sekolah sempat memisah kita beberapa tahun.
Tapi bukan sebuah masalah kan?
Toh berjalan begitu saja.
Haha.

Terima Kasih.

Christine

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s