Throwback!

Kembali ke kelas 3 SMP.
Jaman ketika aku masih biasa-biasa aja *emang sekarang gak biasa?!*
Oke lupakan. Anggap saja itu jaman jadul.
Sudah err, 2 tahun lalu yah?
Bukan kelas yang benar-benar aku impikan.
Aku bahkan tidak sekelas dengan teman baikku.
Namun bukan itu.
Bagian terbaik adalah aku mendapat teman baru!

image

Ini waktu kita pergi ke WBL

Mereka?
Yah mereka.
(dari kiri) : Aku,karen,hadi,onna,dan joshua
Sebenernya ada satu lagi. Magda-yang biasa di panggil mada.
Sayangnya kali ini dia gak ikut 😦
Aku?
Veronica Maureen. 6 November 1997. Cinta Shinichi Kudo. Suka baca novel. Ingin jadi novelis. Cinta binatang,terutama kucing. Aku tipe orang yang gak rame kalo belum bener-bener kenal baik. Yah pada intinya aku diam tapi juga rame (?). Aku benci orang sombong. Aku gak suka pembohong. Aku suka kebebasan. Hal favorit waktu kelas 9 itu duduk pinggir jendela (yah setidaknya aku ada kegiatan liat keluar kalo bosen, hhihi). Aku bukan cewek feminim. Aku single haha. Aku ga pinter gambar, tapi aku suka mewarna. Aku bukan orang yang moody. Aku suka damai. Aku ga suka debat. Aku-sangat-gak-suka-perdebatan. Aku ga mudah marah. Tapi kurasa aku pendendam(?). Aku suka datang pagi ke sekolah. Aku selalu benci pake kacamata. Tapi aku harus.
Oke cukup untuk ‘aku’.
Karen?
Karen Karunia Putri. 24 Mei 1998. Dia berkacamata juga. Suka korea. Dia yang mengenalkan aku ke korea (hingga akhirnya aku suka sama minho-nya Shinee). Dia jago musik. Kita julukin dia musisi. Dia bisa main piano,biola,gitar meski ga lancar. Karen itu ababil banget(mnurutku) Aku bisa bilang dia polos. Haha. Tulisannya bagus, aku suka. Dia rapi. Lumayan cerewet. Baik. Namun kadang susah mahami dia. Hhehe. Mungkin aku gabisa banyak deskripsiin karen,takut jadinya nge-judge. Tapi dia duduk di serong belakangΒ  sebelah kiri ku. Dan di kelas 8 memang kita sekelas. Tapi kita belum jadi best friend.
Hadi?
Kevin Hadi. Well, ultahnya sama kayak aku- 6 November 1997. Haha. Kebetulan mungkin? Dia tinggi. Baik. Lumayan misterius. Haha. Model orang ‘semau gue’. Awalnya aku gak kenal baik. Cuma taunya Hadi ini pinter elektro-kalo praktikum dia selalu cepet selesai. Aku kebetulan juga suka , aku ekstra elektro juga. Kalo gak salah hadi duduk 2 kursi di belakang ku (di belakang mada). Meski dia sering pindah-pindah juga. Setauku dia pinter gambar. Dia bantuin aku buat tugas gambar di kanvas. Hhehe. Dan hasilnya, tidak mengecewakan ( FYI: dia ga bantu banyak” kok) :D. Terakhir,dia mandiri.
Onna?
Onnavia Laura. 16 Oktober 1998. Dia anak tunggal. Well, kita juga sekelas waktu kelas 8. Juga masih biasa aja. Haha XD. Dia rajin. Cukup egois. Dan moody. Tulisannya gak sebangus karen :p tapi dia rajin pake banget buat nyatet pelajaran *bukti kalo dia rajin*. Hhehe. Onna duduk di sebelah kanan ku. Aku sering tanya pelajaran yang aku gak ngerti ke dia. Hehe. Dia jelasin kok. Haha sampe aku ngerti. Dan percayalah ke-egois-annya semakin berkurang. Hehe. Awalnya aku kira dia judes (?). Lumayan menyebalkan (?). #sorrynotsorry . Tapi yah namanya belum kenal kan?!. Maklum. Dia juga masih labil. Onna ini selalu kebanyakan mikir πŸ˜€ menurutku. Aku suka banget masakan mama nya! Hhihi.
Joshua?
Joshua Sasongko. 18 September 1997. Dia paling tua dari kita. Pendiam (awalnya). Ga kliatan tua juga sih. Gamers. Anak tunggal juga. Suka bersepeda. Lumayan moody. Dan gak bisa di tebak. Awal-awal bahkan aku gak tau yang mana Joshua sama Yosua (karna di kelas ku itu ada dua nama itu). Tapi akhirnya ngerti juga.. hhihi. Banyak yang bilang dia jarang senyum. Lol. Dia gak suka sayuran. Punya anjing namanya Doggy (ini gak penting? Ga peduli aku suka binatang πŸ˜€ ). Dan dia duduk di belakang hadi. Biasanya. Awal kenal itu kalo gak salah karna kita sekelompok tari zaman. Yap,aku ga suka nari btw. Dari situ kami mulai kenal.
Last one.
Mada.
Magdalena Susanto. 23 Juli 1998. Freak. Rame. Usil. Suka jailin aku. Dan duduk di belakang ku. Baik sih. Selalu bawa botol minum 2L kesayangannya (ga bole sebut merek). Suaranya keras. Suka pake jam tangan. Dia juga anak tunggal. Haha. Tingginya se-aku. Lebih kurus dia tapi. Hiks. Dia cinta bule. Hhaha. Pengen punya pacar yang matanya hijau. Bisa main piano. Dia juga rajin. Mada ini.. sesuatu banget pokoknya. Dia partner ku buat komen segala yang ada di luar jendela. Wkwk. Dan dia jago bahasa inggris. Dia selalu hadir dengan cerita-cerita yang bikin aku ngakak. Aku selalu sukses ketawa kalo deket dia,yah minim gak pernah gak senyum. Haha. Satu lagi,masakannya oma nya enak pake pol.

Well,kami berbeda.
Tapi kami bersahabat.
Mungkin sekarang kami jauh (?)
Ngga sekelas lagi,bahkan udah gak satu sekolah.
Tapi,aku masih ingat mereka.
Mungkin kita jarang ketemu.
Jarang ngomong dan cerita bareng.
Tapi kami sudah pernah melaluinya bersama.

Perbedaan membuat segala sesuatu menjadi indah.
Karena dengan berbeda kita dapat belajar.
Karena dengan berbeda kita dapat saling melengkapi.
Maaf kalo aku buat salah selama ini (juga termasuk dalam tulisan ini)
Tapii..
Terima kasih.
#oldmemory

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s